Perjalanan Wish
Diagnosa

Hari Perwujudan Hafizh
Diagnosa
Hafizh, seorang remaja berusia 17 tahun, telah mencintai Persija sejak lama. Sebagaipenggemar setia, ia selalu menantikan setiap pertandingan dan merasakan kebahagiaansetiap kali tim favoritnya bertanding di lapangan. Saat pertama kali bertemu dan ditanyamengenai harapan terbesarnya, Hafizh langsung menjawab tanpa ragu, “Aku ingin bertemuPersija.” Bagi Hafizh, Persija bukan sekadar klub sepak bola, melainkan sumber kekuatan danharapan saat ia dengan berani menghadapi penyakit ginjal kronis sejak usia 8 tahun.

Hari Perwujudan Hafizh
Wish-nya
Di hari spesialnya, harapan tersebut akhirnya menjadi kenyataan. Tim Wish Grantingmengajak Hafizh ke lapangan latihan Persija di Sawangan, Depok, tempat yang selama inihanya bisa ia kagumi dari kejauhan. Melihat tim favoritnya berlatih secara langsung di depanmata membuat Hafizh begitu bahagia, terlebih saat ia dapat berinteraksi langsung denganpara pemain.
Senyum kebahagiaan pun memenuhi suasana ketika mereka berfoto bersama—momen yangpasti akan selalu dikenang oleh Hafizh. Hari itu terasa seperti hari keberuntungannya, karenaHafizh mendapatkan tanda tangan dari pemain favoritnya, dua pasang sepatu dari ShaynePattynama dan Maxwell, serta sarung tangan kiper dari Carlos Eduardo.
Momen Hari Wish






